Sabtu, 12 Oktober 2013

WIJAYA KUSUMA

Bunga Wijaya Kusuma

TIPS PENGOBATAN TRADISIONAL UNTUK TBC PARU, SESAK NAPAS, PERDARAHAN RAHIM DENGAN WIJAYA KUSUMA


Sekilas Bunga Wijaya Kusuma
       Wijaya kusuma adalah jenis tanaman hias, dapat tumbuh subur di daerah iklim tropis seperti di Indonesia. Batang pohonya mudah bercabang, yang langsung ditumbuhi daun. Tanaman ini mudah menanamnya baik dari tangkai batangnya atau dari daunnya langsung bisa tumbuh, sebaiknya jangan diletakkan di tempat yang terlalu panas. Ditempat kami ada dua jenis yang berbunga agak besar degan mekarnyapun besar dan yang satunya ukuran sedang ukuran kelopak bunga saat mekar juga sedang, Ciri-cirinya hampir sama, yang membedakan hanya dari ukuran bunganya, dari batang pohonnya ataupun daunyapun hampir sama. Yang berbunga besar cabang daunnya tidak terlalu banyak dan agak kaku, yang berbunga sedang untuk batang daunyapun cenderung mudah bercabang dan cepat tumbuh daun dan tidak terlalu kaku ( lemas ).   
Tanaman ini tumbuh tegak, tingginya mencapai 2-3 m, batang induk berbentuk silinder, berasal dari tangkai daun yang mengeras dan mengecil kalau sudah tua batangnya berwarna coklat. Daun pipih, tebal berdaging, bentuknya lanset, tulang daun ditengah keras dan tebal, permukaan licin, warnanya hijau. Bunganya keluar dari lekukan-lekukan daun, dan lekukan daun tersebut ditumbuhi dengan tunas-tunas baru yang kelak menjadi daun baru berwarna hijau. Batang atau tangkai lemas panjangnya 13-15 cm, besar dengan diameter bunga sekitar 10-165 cm, Bunga Wijaya Kusuma tidak memiliki duri sebagaimana tanaman hias jenis tanaman kaktus pada umumnya. 
Wijaya Kusuma atau juga ada yang menyebut hongte  Asalnya dari hutan tropis dari Amerika Selatan Wijaya Kusuma adalah tanaman berjenis kaktus dengan nama latin Epiphyllum anguliger. Bunga ini memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh tanaman hias lain, dimana waran bunga putih dan kelopak bunga berwarna cokelat, juga pada bunganya yang mekar dalam waktu yang singkat, yaitu hanya pada malam hari biasanya puncak bunga mekar terjadi sekitar pukul 9- 12 malam. Aromanyapun juga khas, mengeluarkan bau yang harum semerbak, dan mulai mekar kecil sampai mekar sempurna kira-kira memakan waktu 1-3 jam, bunga tersebut beberapa jam kemudian ( 1-2 jam ) perlahan-lahan layu. Kita tidak bisa berharap akan dapat menyaksikan indahnya bunga Wijaya Kusuma di waktu pagi hari, karena yang nampak hanyalah bunga yang sudah layu.


Sebuah legenda Wijaya Kusuma 
       Dalam sebuah kisah pewayangan legenda ini sudah tidak asing lagi di dengar oleh bangsa indonesia, yang mashur dicertakan dalam sejarah di kitab Mahabarata, Wijaya Kusuma merupakan nama sebuah senjata pamungkas yang dimiliki oleh Kresna, yang mana diperoleh setelah bertapa dan wujudnya juga seperti bunga wijaya kusuma pada umumnya, namun memiliki daya kesaktian yang mampu menghidupkan orang yang telah meninggal. Dan Kresna sangat disegani serta dihormati oleh musuh-musuhnya. Disamping itu memiliki juga senjata yang ujungnya berbentuk cakram yang dapat dikeluarkan dari dalam tangannya, dan Kresna juga mempunyai senjata yang berupa ajian bolosrewu.
      Konon kisah bunga Wijayakusuma ini, juga adanya kepercayaan bahwa Raja Mataram tidak bisa diakui secara sah oleh punggawa kerajaan maupun rakyatnya dan juga di alam ghoib dunia roh halus jika belum berhasil memetik bunga Widjojokoesoemo sebagai pusaka kraton, karena diyakini bahwa pohon atau tanaman yang menghasilkan bunga ini adalah jelmaan dari senjata atau pusaka dari Batara Kresna sebagai titisan dari Dewa Wisnu yang kemudian menjadi raja di Dwarawati. Pusaka itu oleh Kresna dilabuh di laut sebelum akhirnya mangkat ke Swargaloka, Nirwana.
Al kisah Pusaka tersebut kemudian menjadi pohon di atas batu pulau karang di ujung timur Pulau Nusakambangan, yang menurut sejarah pulau tersebut dikuasai oleh Nyai Roro Kidul. Bagi Raja Mataram tentunya tidak dapat dengan mudah mendapatkan bunga Wijaya Kusuma ini karena bunganya tidak setiap saat mekar, disamping itu karena pulau tersebut dikuasai oleh makhluk-makhluk halus.
Diharapkan nantinya jika Raja Mataram berhasil mendapatkan bunga tersebut diharapkan nantinya dapat mengikuti sifat-sifat dari Raja Kresna yang bijak dan adil dalam menjalankan pemerintahan.
      Cerita dimasyarakat khususnya Jawa yang dapat menyaksikan proses mekarnya bunga di tengah malam tersebut maka rezekinya akan datang lebih lancar. atau akan memperoleh kabegjan, keberhasilan dalam hidupnya..




Kandungan dan Khasiat
        Bunga Wijayakusuma rasanya manis, sifatnya netral, berkhasiat antiradang, penghenti perdarahan (hemostatis), obat betuk dan peluruh dahak (mukolitik). Batang rasanya asin, asam, sifatnya sejuk, dan berkhasiat antiradang.
Bagian yang Digunakan
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah bunga dan batangnya. Pemakainan dalam bentuk segar. Bunga bisa dikeringkan untuk penyimpanan.
Indikasi
Wijayakusuma digunakan untuk mengatasi :
  • TB paru dengan batuk dan dahak berdarah,
  • sesak napas (asma),
  • radang tenggorok (faringitis),
  • nyeri lambung (gastritis), muntah darah, dan
  • perdarahan rahim(uterine bleeding).
  • sebagai obat luka
Cara Pemakaian
Untuk obat yang diminum, rebus bunga wijayakusuma sebanyak 10-20g (3-5 kuntum), lalu minum airnya. Untuk pemakaian luar, giling batang segar sampai halus, lalu turapkan ke tempat yang sakit, seperti bisul dan luka berdarah, dan balut.
Conton Pemakaian
  • TB paru dengan batuk dan dahak berdarah
    Rebus bunga wijayakusuma segar (3-5 kuntum), dengan tiga gelas air sampai tarsisa satu gelas. Tambahkan gula aren (15g). Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-masing setengah gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh
  • Perdarahan Rahim
    Bersihkan bunga wijakusuma segar (2-3 kuntum) dan daging tanpa lemak (50g), lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air sampai semua bahan terendam, lalu tim. Setelah dingin, minum airnya. Isinya dimakan. Lakukan sehari dua kali, masing-masing separuhnya.
  • Sesak Napas
    Cuci bunga wijayakusuma segar (3-5 kunum), lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan gula batu dan air sampai permukaannya terendam seluruhnya, lalu tim. Setelah dingin, saring dan minum airnya seharidua kali, masing-masing separuhnya.
  • Sebagai obat luka,                                                                                                                       Bagian yang digunakan untuk mengobati luka tersebut adalah bagian daun. Daun Wijayakusuma ditumbuk halus kemudian dioleskan pada bagian yang luka dan ditutup dengan verban.
Pustaka :
  • Buku Tanaman Obat Keluarga
  • Buku Apotik Hidup
  • http://iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=153
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kresna
  • http://www.squidoo.com/Epiphyllum
  • http://yulian.firdaus.or.id/2003/12/01/wijayakusuma/



Di Poskan : Widyaesmara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan bergabung dan memberi komentar